Mbappe bakal ke Real Madrid?

Bintang PSG Kylian Mbappe belakangan ini sering kali dikaitkan dengan klub asal Spanyol, Real Madrid. Guido Carillo, selaku penyerang Southampton mengaku tidak terkejut akan ketertarikan raksasa Spanyol itu.

Mbappe memang sedang menikmati masa kejayaan dirinya bersama PSG. Ia berhasil membuat takjub para penikmat sepak bola atas kontribusinya untuk membantu memenangkan Ligue 1.

Mbappe Diyakini Bakal Berakhir di Real Madrid

Terhitung dari dimulainya musim ini Mbappe sudah mencetak 31 gol dan 15 assist sepanjang 35 pertandingan di semua kompetisi. Berkat konsistensinya tersebut banyak pihak yang akhirnya mulai melirik dirinya.

Madrid kabarnya siap memecahkan rekor transfer dunia hanya demi menarik Mbappe agar mau bermain di Santiago Bernabeu. Bahkan Madrid sudah menyatakan bahwa mereka siap mengeluarkan 280 juta euro demi Mbappe.

Ditambah dengan keberadaan Zidane yang dinilai dapat memfasilitasi kemampuan Mbappe.

Bahkan menurut Carillo sendiri sangat lumrah bagi orang-orang untuk membicarakan kepindahan Mbappe, karna Real Madrid juga merupakan salah satu klub terkuat di dunia, dan Mbappe kini menjadi salah satu pemain terbaik di dunia.

Kehadiran Mbappe di Real Madrid dapat diprediksi meningkatkan kekuatan dari Real Madrid. Carillo pun tidak sungkan bahwa masa depan sang pemain PSG itu akan semakin cerah jika ia hijrah ke Spanyol.

MU disarankan lolos liga Champion jika inginkan Gareth Bale

Manchester United belakangan ini dirumorkan akan ketertarikan klub asal Inggris tersebut pada pemain dari Real Madrid, Gareth bale. Andy Cole, selaku mantan pemain MU nyatanya malah pesimis akan hal tersebut, ia mengatakan bahwa hal itu mungkin terjadi hanya jika Setan Merah dapat mengambil salah satu kursi diajang liga Champions musim depan.

Manchester United kini sedang berjuang untuk merebut posisi 4 klasemen Liga Premier dari Arsenal yang saat ini sedang menduduki posisi tersebut. Posisi 4 besar dapat dikatakan posisi yang krusial, sebab posisi tersebut menentukan apakah sebuah klub dapat bersanding di ajang Liga Champions atau tidak pada musim berikutnya.

Meskipun tertinggal dari Arsenal dengan selisih 2 poin, kesempatan Manchester United masih belum sungguh-sungguh tertutup. Bahkan bisa kita katakan bahwa peluang sang Setan Merah itu masih sangat besar.

Ajang Liga Champions juga dinilai sebagai hal yang cukup penting untuk diperhatikan sebuah klub, terlebih lagi untuk klub sekelas Manchester United. Pasalnya kompetisi tertinggi di Eropa itu bisa menjadi salah satu ajang untuk sebuah tim, untuk memikat para pemain hebat yang ada di dunia.

Dari hal tersebut, Andy Cole justru berharap bahwa Manchester United sekarang ini lebih baik memfokuskan dirinya pada partisipasi Liga Champions sebelum mendekati Gareth Bale lebih dekat, sebab sang Legenda Manchester United ini meyakini bahwa pastinya Gareth Bale tidak akan tertarik jika The Red Devils hanya bermain di dalam liga Eropa saja.

Andy Cole juga menambahkan opininya mengenai Liga Champions. Menurutnya Liga Champions adalah kompetisi yang spesial. Juga para pemain ternama rela berkorban untuk mendapatkan gelar yang bergengsi itu. Jadi jika Manchester United melewatkan Liga Champions, menurutnya akan menjadi sulit bagi MU untuk menarik perhatian pemain sekelas Bale.

Korsel Taklukkan Kolombia di Laga Ujicoba

Tim nasional Korea Selatan dipaksa untuk bekerja keras sebelum bisa meraih kemenangan atas Kolombia dalam laga ujicoba Selasa malam WIB.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Korea Selatan itu, tuan rumah langsung tampil menekan sejak menit pertama pertandingan. Usaha yang dilakukan oleh para pemain Korsel langsung membuahkan hasil di menit ke-16. Pemain bintang milik Tottenham Hotspur, Son Heung Min sukses mencatatkan namanya di papan skor melalui sebuah tembakan keras dari sisi kiri pertahanan Kolombia. Setelah tertinggal satu gol, Kolombia mencoba bangkit dengan mendominasi jalannya pertandingan, namun hingga 45 menit babak pertama berakhir skor 1-0 untuk Korsel tetap tidak berubah.

Memasuki babak kedua Kolombia juga tampil lebih dominan dan tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk menyamakan skor. Hanya empat menit babak kedua berjalan, Kolombia sukses menyamakan skor setelah tandukan yang dilepaskan oleh Luis Diaz melaju mulus untuk mengoyak jala gawang Korsel.

Seakan tak ingin mengecewakan puluhan ribu suporter mereka, Korsel lantas kembali berupaya mendominasi jalannya laga menyusul gol balasan dari Kolombia. Hasilnya langsung terlihat di menit ke-59, melalui sebuah skema serangan balik cepat, Korsel sukses kembali menggenggam keunggulan. Kali ini gol dilesakkan oleh Lee Jae-Sung dan berhasil kembali mengubah skor pertandingan menjadi 2-1.

Dalam sisa waktu pertandingan yang ada, kedua tim mencoba tampil terbuka dan mencari gol tambahan. Akan tetapi, sampai 90 menit waktu pertandingan tidak ada lagi gol tambahan dan skor 2-1 untuk kemenangan Korsel ini tetap bertahan.

Kemenangan ini membuat Korsel berhasil meraih hasil sempurna sepanjang pertandingan jeda internasional pekan ini. Sebelum meraih kemenangan 2-1 atas Kolombia, Korsel sukses menundukkan Bolivia terlebih dahulu lewat skor tipis 1-0.

Bahagianya Declan Rice Catatkan Debut di Timnas Inggris

Gelandang muda tim nasional Inggris, Declan Rice mengaku sangat senang setalah berhasil mendapatkan debutnya dalam kemenangan 5-0 yang diraih oleh Inggris atas Republik Ceko dalam pertandingan Sabtu dini hari WIB.

Rice yang meninggalkan tim nasional Irlandia untuk meraih mimpinya bersama The Three Lions diberi kepercayaan untuk tampil di hadapan puluhan ribu suporter Inggris yang memadati Stadion Wembley dalam laga perdana ajang kualifikasi EURO 2020.

Pemain yang saat ini memperkuat West Ham United itu dimasukkan ke lapangan sebagai pemain pengganti di menit ke-62 untuk menggantikan peran dari Dele Alli. Hal itu membuat dirinya merasa sangat senang karena keluarganya ikut menonton secara langsung di Wembley.

“Saya sama sekali tidak memikirkan mengenai kesempatan untuk mencatatkan debut setidaknya selama dua hari, namun kesempatan ini benar-benar membuat saya terkejut,” ucap Rice.

“Untuk mendapatkan debut di hadapan 80 ribu suporter kami dimana diantaranya ada keluarga, pacar serta saudara saya, maka ini benar-benar sesuatu yang sangat spesial dan terasa sangat manis dengan kemenangan yang berhasil kami dapatkan. Saya benar-benar tidak bisa mengungkapkan apa yang saya rasakan. Namun hal yang pasti adalah ini benar-benar saat yang sangat spesial,” tutup pemain berusia 20 tahun tersebut.

Seperti diketahui, sebelumnya Rice sempat menjadi bagian dari skuat tim nasional Irlandia dan sempat mencatatkan tiga penampilan di laga ujicoba. Ia lantas memilih untuk membelot ke timnas Inggris dan debut dirinya di laga melawan Republik Ceko otomatis membuat sang pemain tidak bisa lagi berpindah ke tim nasional negara lain nantinya.

Franco Baresi Sebut Romagnoli Sosok Tepat Kapteni AC Milan

Legenda AC Milan, Franco Baresi memberikan dukungan penuh atas keputusan pelatih Gennaro Gattuso untuk memberikan ban kapten Rossoneri kepada bek tengah Alessio Romagnoli.

Semasa aktif bermain, Baresi tercatat tampil berbalut kostum Milan dalam 710 pertandingan dalam rentang waktu 1977 sampai 1997. Ia berhasil memenangkan enam gelar Scudetto serta tiga gelar Piala Eropa. Melihat perkembangan yang dialami oleh Milan saat ini, Baresi mengaku bahwa dirinya cukup puas.

“Saya selalu menyukai Romagnoli. Ia adalah pemain yang sangat berhati-hati dalam setiap keputusan serta selalu fokus. Ia selalu mendapatkan kepercayaan penuh dari setiap orang baik dari rekan setim, pelatih hingga klub ini,” ucap Baresi.

“Kualitas yang ia miliki akan segera terbukti dengan apa yang ia tunjukkan sampai saat ini baik dari segi mental ataupun teknik bermain. Saya kira merupakan keputusan yang sangat tepat untuk melingkarkan ban kapten di lengannya,” tambahnya.

“Untuk bisa mendapatkan kepercayaan di tim utama Milan dalam usia muda seperti dirinya bukanlah sebuah hal mudah. Saat ini Romagnoli dalam situasi baik-baik saja di klub ini. Saya kira ia dan Donnarumma akan memiliki karir yang sangat lama bersama klub ini. Saat ini seluruh pemain terlihat bisa menggalang lini pertahanan dengan baik karena mereka terlihat tampil sangat kompak. Melihat semua hal itu, saya kira penghargaan pantas untuk diberikan kepada Gattuso,” tutup bek legendaris milik AC Milan tersebut.

Pogba Berharap MU Kontrak Solskjaer Secara Permanen

Gelandang Manchester United, Paul Pogba mengutarakan harapan dirinya agar pihak manajemen Setan Merah mempermanenkan status Ole Gunnar Solskjaer sebagai manajer United.

Saat ini Solskjaer memang masih berstatus sebagai manajer interim sampai akhir musim nanti. Meski demikian, dirinya mampu membawa United lolos ke babak perempatfinal serta membuka kans untuk menembus posisi empat besar klasemen Premier League karena hanya tertinggal dua poin dari penghuni posisi keempat klasemen sementara yakni Arsenal.

Catatan diatas tentu bisa dikatakan cukup impresif mengingat saat Solskjaer dipercaya menggantikan posisi dari Jose Mourinho The Red Devils tengah menjalani start terburuk di awal kompetisi dalam kurun waktu 28 tahun terakhir.

Pogba dan Mourinho juga disebut-sebut terlihat perselisihan yang berimbas dari performa tidak konsisten yang ditunjukkan oleh mantan pemain Juventus tersebut. Hal itu lantas berubah drastis sejak kedatangan Solskjaer, karena pelatih asal Norwegia itu bisa mengembalikan performa terbaik dari gelandang asal Prancis tersebut.

“Saya tentu sangat menginginkan dirinya bertahan bersama kami. Kami mencatatkan hasil yang hebat. Saya juga memiliki hubungan yang sangat baik dengan dirinya begitu juga dengan para pemain lainnya,” ucap Pogba.

“Ketika seorang pemain merasa senang, maka mereka akan mencoba untuk tetap seperti itu. Solskjaer sangat layak untuk dipermanenkan karena ia sangat mengenal tentang klub ini dan ia tahu segala hal tentang klub ini,” tambahnya.

“Ia pelatih yang sangat bahagia. Ia bisa mengembalikan kepercayaan diri dari semua pemainnya. Ia memberikan kami kebebasan dalam bermain dan kembali menikmati sepakbola. Saya kira hal ni tidak bisa kami rasakan di pertandingan-pertandingan sebelumnya,” tutup pemenang gelar Piala Dunia 2018 itu.

Sarri Soroti Mentalitas Pemain Chelsea

Manajer Chelsea, Maurizio Sarri melayangkan kritik terhadap mental pemain Chelsea kala timnya ditaklukkan oleh Everton dengan skor 2-0 di ajang Premier League akhir pekan lalu. Sarri merasa timnya akan kesulitan untuk bisa menyegel satu posisi di empat besar jika hal ini terus berlanjut hingga akhir musim nanti.

The Blues sebenarnya tampil sangat dominan di sepanjang babak pertama dengan penguasaan bola yang sangat dominan, namun performa Chelsea sepertinya menghilang usai jeda pertandingan yang berlangsung di Goodison Park tersebut. Tuan rumah lantas mampu memaksimalkan hal itu untuk mencuri tiga poin di pertandingan ini melalui gol yang dicetak oleh Richarlison serta Gylfi Sigurdsson.

Kekalahan ini membuat Chelsea tidak beranjak dari posisi keenam klasemen sementara dengan selisih tiga poin di belakang Arsenal yang menduduki posisi empat. Meski Sarri sangat antusias dengan performa timnya di sepanjang babak pertama, namun dirinya juga tidak bisa menutupi rasa kecewanya terkait mental yang ditunjukkan oleh pemain-pemain Chelsea.

“Kami hanya perlu untuk kembali menang guna mengejar tiket Liga Champions. Itu bukanlah hal yang tidak mungkin untuk kami lakukan dalam delapan pertandingan tersisa. Tidak mungkin kami tidak berkembang dan tidak dapat menghindari performa yang kami tunjukkan sepanjang babak kedua. Kami hanya perlu menampilkan kembali permainan seperti 45 menit babak pertama di sisa delapan pertandingan berikutnya. Saya kira kami telah menunjukkan performa selama 45 menit pertama terbaik dari kami sepanjang musim ini, namun saya tidak tahu kenapa hal tersebut bisa tiba-tiba berhenti di babak kedua,” buka Sarri.

“Kondisi fisk tentu bukan hal yang menjadi masalah kali ini. Jika Anda bermasalah dengan fisik, maka performa Anda akan turun secara bertahap dan bukan dalam sekejap. Kami benar-benar tampil bagus dari awal sampai akhir 45 menit pertama. Lalu kami memulai menit pertama di babak kedua dengan sangat buruk,” tambahnya.

“Sangat sulit bagi para pemain menjelaskan kepada saya mengenai apa yang salah dengan perubahan ini dan saya juga sangat sulit untuk mejelaskan kepada rekan-rekan wartawan atas apa yang terjadi dengan kami. Tapi saya kira itu adalah masalah dari mentalitas kami. Saya khawatir dengan mentalitas yang kami tunjukkan kali ini, namun saya kira kami telah menampilkan performa terbaik kami musim ini di sepanjang babak pertama,” tutup pelatih asal Italia itu.

Guardiola Sebut Kans Lolos Timnya Sama Besar Dengan Spurs

Manajer Manchester City, Pep Guardiola mengaku bahwa dirinya sama sekali tidak memikirkan pertandingan menghadapi Tottenham Hotspur sebanyak tiga kali dalam selang waktu hanya 12 hari. Pelatih asal Spanyol itu juga menilai bahwa pertandingan kedua tim akan sama kuat di ajang Liga Champions.

Seperti diketahui, hasil undian babak delapan besar Liga Champions memang telah dilangsungkan dan City diharuskan bentrok dengan Spurs untuk memperebutkan satu tiket ke babak semifinal musim ini.

Duel leg pertama akan berlangsung di markas Spurs tanggal 9 April sebelum City balik menjamu Spurs di Etihad Stadium seminggu berselang. Usai dua leg tersebut, City dan Spurs akan kembali baku hantam di ajang Premier League selang tiga hari dari pertandingan leg kedua.

Pep mengaku bahwa dirinya sama sekali tidak mempermasalahkan hasil undian yang mempertemukan timnya dengan Spurs.

“Kami merasakan kesenangan karena bisa tampil di babak perempatfinal Liga Champions. Kami sama-sama mengetahui satu sama lain. Kami tentu memiliki respek terhadap mereka. Peluang kedua tim adalah sama yakni 50-50. Kami akan berupaya sebaik mungkin untuk bisa memenangi dua pertandingan melawan mereka,” ucap Pep.

“Semua tim tentu memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Hal itu juga yang terjadi kepada kami. Satu-satunya hal yang saya khawatirkan adalah mengenai Tottenham. Kami harus memberikan respek yang besar kepada mereka karena kami telah mengenal mereka dengan baik. Ini tentu pertandingan yang sulit, namun jika kita berbicara mengenai Liga Champions, maka semua tim sama saja,” tutup pelatih yang sempat memenangi gelar Liga Champions bersama Barcelona.

Klopp Sebut Liverpool Kembali Masuk Jajaran Klub Top Eropa

Kesuksesan Liverpool menyingkirkan Bayern Munich di ajang Liga Champions sepertinya membuat Jurgen Klopp sangat puas. Manajer The Reds itu bahkan tanpa ragu menyebut bahwa timnya saat ini telah kembali menjadi salah satu klub top di daratan Eropa.

Liverpool memang sukses mengalahkan Bayern di Allianz Arena dengan skor 3-1 Kamis dini hari WIB. Gol kemenangan Liverpool di sumbangkan oleh Sadio Mane yang mencetak dua gol serta satu gol dari Virgil van Dijk. Hasil ini membuat Liverpool berhak lolos ke babak selanjutnya dengan keunggulan agregat 3-1 setelah di laga leg pertama di Anfield laga berakhir imbang 0-0.

Usai pertandingan Klopp terlihat sangat puas dan tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya karena bisa menyingkirkan rival mereka tersebut.

“Mencetak tiga gol di Munich tentu sangat sulit, namun kami berhasil mencetak empat gol karena gol mereka merupakan gol bunuh diri dari pemain kami,” buka Klopp usai pertandingan berakhir.

“Hasil ini merupakan langkah besar bagi kami. Kita lihat apakah kami akan sanggup untuk terus melaju nantinya. Namun saya sangat suka kemenangan ini karena ini memberikan kami pertanda yang sangat bagus. Saya kira saat ini Liverpool telah kembali menjadi salah satu klub top Eropa,” tambahnya.

“Inilah tempat dimana seharusnya kami berada. Kami telah membuktikan hal tersebut dalam pertandingan kali ini. Saya benar-benar bahagia dengan kemenangan ini. Saya tahu kami memiliki peluang untuk memenangi laga ini dan para pemain telah mewujudkan hal tersebut,” ungkap pelatih asal jerman tersebut.

Meski demikian, Klopp menampik bahwa kebahagiaan dirinya ini tak lepas dari status Bayern sebagai rival bebuyutan dari Borussia Dortmund yang notabene merupakan klub asuhan Klopp sebelumnya.

“Hasil ini tidak ada kaitannya dengan hal tersebut. Kemenangan ini tidak akan bisa menghapus kekalahan yang telah saya terima dari Bayern sebelumnya. Tujuan saya adalah meraih kemenangan bersama Liverpool bukan fokus mengalahkan Bayern. Ini merupakan momen bagus bagi Liverpool dan kami harus menikmatinya,” tutup klopp.

Barcelona Masih Terus Berupaya Rekrut Kapten Ajax Amsterdam

Josep Maria Bartomeu selaku Presiden Barcelona kabarnya belum mau menyerah dan ingin terus melanjutkan perburuan tanda tangan bek muda potensial milik klub Ajax Amsterdam, Matthijs de Ligt di bursa transfer musim panas nanti.

Kapten tim Ajax berusia 19 tahun itu kabarnya saat ini menjadi salah satu pemain yang paling diinginkan oleh klub-klub besar Eropa seperti Barcelona, Juventus, Liverpool, serta Bayern Munich.

Sebelumnya De Ligt disinyalir tertarik untuk menjadi bagian dari skuat Blaugrana mengikuti jejak rekan setimnya di Ajax yakni Frenkie de Jong. Gelandang asal Belanda itu memang telah menyepakati tawaran transfer dengan pihak Barcelona di bursa transfer musim dingin lalu dengan bandrol sebesar 65 juta Pounds.

Kabarnya Bartomeu berminat untuk kembali melayangkan jumlah tawaran yang sama kepada Ajax untuk membawa De Ligt ke Camp Nou musim depan. Tawaran dengan jumlah tersebut diharapkan dapat meyakinkan Ajax untuk melepas bek tengah mereka ke Barcelona musim depan.

Direktur teknis Barcelona, Eric Abidal diketahui telah menggelar negosiasi dengan sang pemain sejak bulan November lalu. Melihat respon positif yang didapatkan oleh pihak Blaugrana sejak negosiasi dimulai, diyakini kesepakatan transfer De Ligt bisa saja terwujud di akhir bulan April mendatang.

Musim ini De Ligt telah tampil dalam 42 pertandingan bagi Ajax di semua kompetisi. Ia juga menjadi salah satu bagian penting dari keberhasilan Ajax meraih kemenangan bersejarah di Santiago Bernabeu dengan membantai Real Madrid 4-1 di ajang Liga Champions pekan lalu.